Syaikh Al-Azhar Tolak Penyebaran Syiah di Dunia Islam


شيخ الأزهر يؤكد رفضه للمد الشيعى فى الدول الإسلامية السنية
Acara Asyura: Syi’ah menyeleweng dari Islam/ myalicherif.com
  • Syaikh Al-Azhar Ahmad al-Thayyib menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya.
  • Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya. Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra, isteri Rasulullah saw.
  • Ada saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat Nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.
  • Di Indonesia diberitakan, pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran, datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran. Perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang. (REPUBLIKA.CO.ID, Kamis, 03 Maret 2011 16:18 WIB).
Inilah berita-berita  yang memperingatkan bahaya aliran sesat syiah, baik peringatan keras dari Al-Azhar Mesir maupun dari DPR Indonesia.
***
Al-Azhar: Kami Tidak Akan Tinggal Diam dalam Hadapi Penghinaan Syi’ah
Imam Agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Thayyib mengatakan pada Kamis kemarin 929/9) bahwa ia menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya, pada saat Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya.
Pernyataan itu dibuat selama pertemuan dengan delegasi yang mewakili Lembaga Al-Hakim di Lebanon dan beberapa perwakilan dari Dewan Tertinggi Islam di Irak.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis kemarin, Al-Azhar mengatakan pertemuan itu ditujukan dalam upaya Al-Azhar untuk mendamaikan perbedaan sekte dan doktrin dalam Islam.
Thayyib mengatakan kendala pertama adalah adanya upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di negara-negara Sunni, khususnya di Mesir, rumah bagi Al-Azhar, otoritas keagamaan tertinggi di dunia Muslim Sunni.
“Saya pikir ada motif tersembunyi di balik upaya ini, yang tidak satu orang pun akan menyetujuinya,” kata Thayyib. “Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra.”
Thayyib melanjutkan dengan mengatakan bahwa “Al-Azhar sejauh ini telah berusaha menjaga kesatuan umat Islam, tetapi jika situasi ini dibiarkan, Al-Azhar memiliki pilihan ideologis.”
Dia menambahkan bahwa hambatan kedua adalah adanya saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.(fq/amay)
ERAMUSLIM > DUNIA
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-azhar-kami-tidak-akan-tinggal-diam-dalam-hadapi-pelanggaran-syiah.htm
Publikasi: Jumat, 30/09/2011 12:39 WIB
***
Ribuan Pemuda Belajar di Iran, Polri Diminta Waspadai Syiah
Kamis, 03 Maret 2011 16:18 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa, mengatakan Polri juga harus ikut memerhatikan aliran Syiah selain mewaspadai penyebaran Ahmadiyah di Indonesia. Saat ini, kata dia, ada ribuan pemuda-pemuda Indonesia yang belajar Syiah langsung di Iran. Beberapa tahun lagi mereka akan kembali.
“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syiah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3).
Kondisi macam itu, kata Ali, juga harus menjadi perhatian Polri ke depan. Ali berharap kejadian kekerasan Cikeusik yang melibatkan Ahmadiyah dan kelompok masyarakat bulan lalu tidak terulang lagi. “Kalau memang kembali, mereka (pelajar Indonesia di Iran) itu akan menjadi pekerjaan Polri,” katanya.
Ali mengatakan adanya pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran itu datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. “Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran itu. Saya perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang,” katanya.
Ito Sumardi menganggap informasi dari Ali Maschan Musa merupakan masukan yang baik bagi Polri. Namun, Ito mengatakan Polri perlu kepastian mengenai paham Syiah itu diperbolehkan di Indonesia atau tidak. “Ini masukan yang bagus,” ujarnya singkat.
Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: M Ikhsan Shiddieqy
***
شيخ الأزهر يؤكد رفضه للمد الشيعى فى الدول الإسلامية السنية
الخميس: 29 سبتمبر 2011 , الساعة 2:53 مساء
القاهرة ـ آ ش أ : جدد الدكتور أحمد الطيب شيخ الأزهر الشريف الخميس رفضه للتوجه الشيعى فى الدول الإسلامية، وكذلك محاولات أصحاب المذهب الشيعى للإساءة إلى أصحاب الرسول صلى الله عليه وسلم ورموز أهل السنة.
وجاءت تصريحات الطيب خلال إستقباله وفدا يمثل مؤسسة “الحكيم” بلبنان، وبعض الممثلين عن المجلس الأعلى العراقى.
وذكر الطيب أن الأزهر الذى بدأ مشروع التفاهم بين المذاهب مستعد دائما للدفع به إلي الأمام، داعيا إلي انتهاج الصراحة في التعامل لعدة أسباب.
وأرجع شيخ الأزهر سبب دعوته هذه إلي المحاولات الكثيرة فى نشر مذهب الشيعة فى بلاد السنة وبخاصة فى مصر، في إشارة إلي الكتب التي يتم توزيعها في بلدان العالم الإسلامي.
ورأي أن هناك جهات تقف وراء كل ذلك، وما آلت إليه الأمور من تشكيك في إيمان سيدنا أبى بكر وعمر ثم سب أم المؤمنين عائشة رضى الله عنها.
وأضاف الطيب أن الأزهر يحاول ضبط النفس حيال كل هذه التجاوزات، محذرا من تحرك الأزهر للدفاع عن أهل السنة والجماعة في حال لم يتم السيطرة علي مثل هذه الأفكار.
ولمح إلي أن القنوات الفضائية المخصصة لشتم وسب الصحابة رضى الله 

عنهم وإتهام أهل السنة وراء تصاعد الأزمة بين السنة والشيعة، مؤكدا أن الأزهر بوصفه “قلعة أهل السنة والجماعة” لن يقف كالمتفرج حيال كل ذلك.
وجدد تأكيده علي وقوف الأزهر بالمرصاد لهذا المد الغريب، مشيرا إلي أن ما يقدم فى القنوات الشيعية يخدم إسرائيل والغرب ويفتت الأمة الإسلامية.
ودعا المراجع الدينية فى النجف وقم إلي التبرأ من كل من يسب الصحابة الكرام والسيدة عائشة رضى الله عنها، من أجل الحفاظ على وحدة الأمة الإسلامية.
Category:

0 komentar:

Post a Comment

"Komentar anda sangat bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Jangan lupa adab berkomentar, dan jangan buang waktu untuk spam. Terima Kasih!!!."